Tunggu Aku, Kakek!

Dan aku hanya membalas,

“tidak apa-apa kek. Sebentar lagi Kogo Juga keluar”

“Kakek menuju kesana sebentar lagi.” Kata kakek segera.

Terlihat suara tembakan terbagi menjadi dua arah, kakek akhirnya mencoba mencari perhatian dengan menembak secara cepat. Tembakan tersebut akhirnya memberitahu posisi kakek yang akhirnya dibalas oleh para penjaga. Kakek bukan main membalas tembakan tersebut, satu persatu pasukan penjaga pun tumbang, namun seperti pasukan zombie yang tidak habis-habis, mati satu tumbuh yang lain. Yang kakek tidak perhitungkan malam ini adalah jumlah pasukan. Kita hanya berdua melawan seratus lebih pasukan, terlebih pada saat ini kakek hanya menggunakan laras panjang yang pelurunya mungkin hanya membawa sekitar 50. Dan selebih nya hanya pistol. Sedangkan aku hanya membawa pistol dan pedang saja. Aku masih yakin bisa menghabisi pasukan ini dengan pedang jika lampu ini tetap padam.

Beberapa akal pun aku coba gunakan, akhirnya aku nekat untuk melakukan tindakan yang paling kusesali pada saat itu, karena kakek sudah terpojok, dan juga aku tidak bisa kemana-mana. Aku ledakkan dua bom yang sudah kupasang pada bagian depan.

BOOOM.

Suara itu menggelegar disunyinya malam. Korban berjatuhan, hampir setengah dari pasukan tumbang, pabrik sebagian rusak parah. Dan aku termasuk didalamnya.

Suara ledakan itu sangat keras sekali, membuat telinga dan kesadaranku perlahan menghilang. Kakek terus memanggil namaku melalui radionya. Semenit kemudian, aku mulai sadarkan diri. Aku perlahan melihat sekeliling, masih banyak orang didalam sini, namun banyak juga yang sudah tertimpa atap pabrik ataupun reruntuhan dari pabrik,. Aku berusaha berdiri, misi ku belum selesai.

Pada saat ini pasukan yang dari awal telah dipancing keluar oleh dua orang team Jendral toriq, telah kembali. Karena dia mereka tahu pada saat ini pabrik sedang diserang. Tempat kakek bersembunyi masih sama, aku mengkonfirmasi jika aku baik- baik saja, namun kakek masih digempur dan lebih parah karena ada tambahan pasukan yang baru datang. Aku sudah kehabisan akal, aku ikat tanganku dengan baju yang kusobek, lalu aku nekat mengambil senapan mesin yang berada pada mayat dilokasi paling dekat.

Aku lari menjangkau senapan mesin tersebut, lalu perlahan suara tembakan menuju kearahku. Aku mencoba melompat menghindari tembakan tersebut dan berhasil membalas asal tembakan. Peperangan didalam Pabrik pun terjadi lagi, namun keuntungan ku sekarang, aku bisa membalas tembakan ini dengan senapan mesin yang sedang ku pegang ini. Misi ku bukan lah menghabisi seluruh pasukan ini, namun aku harus memastikan pada pagi hari nanti pabrik ini harus sudah runtuh.

Aku mulai terbiasa dengan kondisi didalam pabrik, kehancuran pabrik bagian depan membawa keuntungan bagiku. Seperti didalam hutan, aku bisa melewati reruntuhan dengan cepat, dan mulai menghabisi satu-persatu pasukan. Gerakan ku kembali lagi, aku percaya diri bahwa aku dapat memasuki bagian dalam Gedung dan menaruh dua peledak lainnya. Aku tidak perlu berpikir terlalu banyak tentang keberadaan kakek. Yang jelas aku hanya meminta waktu ke kakek, karena aku sedang memasang peledak berikutnya. Tunggu aku kek, ujarku dalam hati.

Aku berhasil mencapai pabrik bagian dalam, dan juga memasang kedua peledak tersebut. Yang aku tidak tahu adalah jalan keluar, aku tidak dapat melalui jalan yang sama karena sudah terdapat lebih dari dua puluh orang yang berada di jalan tersebut. Satu-satunya yang dapat kulakukan adalah aku keluar melalui saluran ventilasi pabrik.

Aku menembak seluruh lampu yang ada di ruangan bagian  dalam. Ruangan menjadi gelap. Ini kesempatan ku untuk bergerak, aku berhasil meraih ventilasi dan keluar dari ventilasi. Aku masih tetap siaga. Berikutnya aku kebingungan, mengapa tidak ada suara tembakan diluar pabrik. Mengapa hanya ada beberapa tembakan didalam pabrik. Aku mencoba mengkonfirmasi dengan kakek.
Suara kakek terdengar, namun suara tersebut pelan sekali.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)