Tunggu Aku, Kakek!

Setelah pesan ini terkirim, mobil kakek dicegat oleh penjaga yang langsung menodong senapan mesinnya ke kakek. Kakek langsung digiring keluar dan tangan diikat.

Tidak lama setelah pesan tersebut masuk aku langsung panik menghubungi jendral toriq. Jendral mencoba menenangkan, aku lalu meminta bantuan mengirimkan dua orang untuk membantuku mengeksekusi rencana keesokan harinya. Jendral toriq pun menyetujui, aku akan ditemani dengan codename kijang 1 dan kijang 2. Tugas mereka hanya membantuku membuat peralihan. Aku akan mengeksekusi, namun bukan keesokan harinya tapi tepat ditengah malam nanti. Aku diberikan contact mereka lalu kuhubungi dan menentukan checkpoint dimalam nanti.

Aku segera mempersiapkan peralatan untuk nanti malam beserta bahan peledak yang seharusnya akan dibawa kakek. Tunggu aku kek, ujarku dalam hati. Malam ini akan aku selesaikan urusan yang sudah menghantui keluarga kita selama 2 tahun ini.

Aku mempersiapkan motor, lalu bergegas berangkat. GPS kunyalakan untuk mengetahui keberadaan mobil kakekku. Aku lacak dan ternyata mengarah menjauh keluar kota. Motor kupacu dengan cepat. Karena lokasi berikutnya yang kutemui adalah hutan yang memang jarang sekali orang yang akan kesini apalagi malam hari, aku terus memacu motor ku dengan kecepatan tinggi dan selang dua kilometer aku tinggalkan motorku, lalu berlari menuju arah nya kendaraan yang ada digps, aku masih berharap kakek ku tidak apa-apa. Malam ini aku sudah mempersiapkan kacamata nightvision untuk melihat dalam gelap. Aku berlari sampai akhirnya aku menemukan cahaya, cahaya itu berasal dari mobil kakekku.

Didepan sana ada 4 orang yang berada disekitar kakekku. 1 sedang mempersiapkan menggali kuburan yang mungkin rencananya untuk kakekku, 1 orang lain sedang asik merokok sambil mendengar radio di mobil satunya yang mereka bawa, 1 yang lainnya sedang mempersiapkan batang pohon untuk menutup mobil kakekku, dan kakekku terikat di bawah sepertinya tidak sadarkan diri. Dan 1 terakhir lagi duduk didepan menjaga kakekku.

Sebenarnya ini pekerjaan mudah, karena penerangan hanya berasal dari mobil dan senter yang mereka pegang, jadi aku bisa menguasai keadaan, aku perlahan bergerak mengarah ke orang yang sedang duduk dimobil. Dan menghabisi nya dengan cara menggorok lehernya.

Yang kedua, aku menyerang orang yang sedang menutup mobil kakekku dengan dedaunan. Aku tutup mulutnya lalu menusuk dari belakang. Tinggal dua lagi. Aku langsung cepat bergerak menyiapkan pistol beserta peredamnya untuk menembak kearah penjahat yang duduk didepan kakekku lalu menembak orang yang sedang menggali. Semua nya terjadi hanya dalam waktu kurang dari sepuluh detik. Semua sudah tumbang ditempatnya. Tembakan kuarahkan  sekali lagi kearah kepala memastikan penjahat sudah mati ditempatnya.

Pada awalnya aku tidak merasakan apapun sampai saat aku harus membereskan setiap mayatnya, aku menjadi mual seketika. Aku baru membayangkan bahwa inilah saat aku membunuh orang pertama kali. Aku mencoba membangunkan kakek. Kakek mengalami luka diseluruh mukanya, pertanda bahwa telah menjadi bulan bulanan para penjahat ini.

Kakek siuman, setelah sepuluh menit aku mencoba bangunkan dirinya, aku sudah melepaskan tali yang mengikat kakek, dan juga telah mengubur empat penjahat tersebut. Mobil mereka telah aku tutup dengan daun seperti yang mereka lakukan pada mobil kakek sebelumnya.

Kakek kaget melihatku berada disini, namun setelah melihat sekeliling kakek sadar akan kemampuan ku sudah melewati dirinya. Hanya satu pertanyaan yang kakek ucapkan,

“ Kamu baik-baik saja go?”

“Aman kek. Malam ini aku akan melanjutkan rencana kita yang tadinya kita rencanakan besok, sepertinya akan menjadi elemen yang mengejutkan jika menyerang pada malam ini. Jendral Toriq pun sudah memberikan bantuan, dia akan mengirimkan dua orang untuk membantu.” Jawabku.

“Kasih kakek satu jam untuk beristirahat, sekarang kita pergi dari sini dulu” Kata kakek.

“kakek masih bisa menyetir ?” Tanya ku.

“Sepertinya bisa, perlahan-lahan karena masih berasa pusing” jawab kakek.

“ Yang penting kita kejalan besar aja dulu kek, aku parkir dua kilometer dari sini, mari kita bergegas” ajak aku. Aku mencoba membantu kakek menyetir dahulu menuju tempat motor ku lalu kupandu perlahan keluar ke jalan besar.

Sesampainya dijalan besar aku lalu menaruh motor dekat tempat sebuah penginapan, dan memberikan uang untuk menitip motor dan lalu bergegas menuju lokasi pabrik.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, tinggal sejam lagi dari jam yang sudah dijanjikan. Kakek menggunakan waktu ini untuk beristirahat sambil mengkompress luka nya dengan es yang sudah dibeli sebelumnya.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)