Tunggu Aku, Kakek!

Jika aku teringat tentang nenek, terkadang mata ini langsung basah. Nenek meninggal pada saat kecelakaan yang menimpaku pada waktu aku kelas 1 SMA. Kecelakaan mobil ini pun sangat aneh seperti sudah diincar, tidak hanya 1 mobil tapi 3 mobil yang menabrak mobilku pada saat itu. Tepatnya di sore hari saat nenek dan aku sedang menuju rumah untuk pulang dari toko kue yang bermaksud membelikan kue ulang tahun untuk kakekku yang ke 80. Pada kejadian ini tulang punggungku terhimpit mobil dan kakiku patah tapi dari bertiga yang menaiki kendaraan ini, hanya aku yang selamat dari kejadian ini.

Sepertinya aku merasa beruntung karena latihan beladiri juga yang bisa membuatku refleks menghindar dari pergerakan yang tiba- tiba, namun sayang sekali pada saat itu aku tidak berhasil menyelamatkan nenek. Karena sudah ada mobil kedua yang menghantam tempat duduk nenek dari arah sebelah kanan.

Itulah sebuah penyesalanku, di 2 tahun silam ini. Aku lahir tanpa kasih sayang orang tua. Karena pada saat aku masih kecil aku tidak pernah mengingat dengan jelas keberadaan mereka. Lalu aku mencoba bertanya ke nenek pada saat umur 14 tahun, diceritakan bahwa papaku meninggal pada saat bertugas menjadi pasukan perdamaian ke area perang Lebanon dan Ibuku merasa tidak mampu menghidupiku sendiri dan lebih memutuskan menitipkan aku ke kakek dan nenekku. Pada saat itu umurku 2 tahun. Wajar jika aku tidak ingat apapun. Pernikahan papaku hanya bertahan tiga tahun, beliau mati sangat muda. Beruntung aku masih mendapat jaminan yang disediakan pemerintah bagi keluarga yang ditinggalkan saat keadaan bertugas. Walau aku tahu, kakekku memiliki harta lebih dari cukup. Namaku pun berubah dari nama yang diberikan ayahku, menjadi namaku sekarang. Karena kakek merasa jika ingin hidup baru, harus memiliki nama baru.

Kakek pun menjadi tentara setelah berubah warga negara setelah menikah dengan nenek, dia memutuskan menjadi warga negara Indonesia setelah perang berakhir. Kakekku orang yang sangat memiliki prinsip, dia tidak takut untuk berbuat benar. Jika dirasa ada yang salah maka dia dengan semangat membenarkan hal tersebut. Ini pun yang membuat kakek tidak dapat melanjutkan jabatannya setelah menjadi kolonel. Selidik demi selidik, kakek ternyata mempunyai musuh yang tidak sedikit. Karena sifat kaku kakek, yang memang tidak bisa diajak kerjasama, maka banyak pejabat pun yang mengeluh akan sifat kakek. Diumur kakek yang 83 sekarang, seperti layaknya orang luar negeri kakek masih memiliki tubuh yang tegap, seperti awet muda dan tidak ada tanda menua. Walau semua muka dan rambutnya mengatakan berbeda, namun tubuh yang dilatihnya setiap hari membuat dia terlihat lebih muda seperti umur 40 tahun.

Aku sekarang sekolah di salah satu SMA swasta di Kalimantan, walaupun jarak perjalanan cukup lumayan jauh dari rumah namun demi keselamatan hal ini pun harus dilakukan.

Aku akan menceritakan kejadian yang langsung merubah hidupku. Sejak kecelakaan terakhir pada saat aku kelas 1 SMA, muncullah banyak teori yang mengakibatkan kakek harus selalu berpindah tempat.

Ternyata, ada teman tentara yang sekarang Jendral bintang 4 di angkatan bersenjata merasa dirinya terancam karena kakek mempunyai banyak informasi kasus tentang dirinya pada saat dia menjabat sebagai bintang 1. Jabatan ternyata dapat membuat seseorang menjadi buta dan dapat melakukan hal apapun. Termasuk pada saat itu menghabisi satu persatu keluarga, yang menjadi ancaman akan jabatan yang didudukinya tersebut.

Mulai saat itu pun, setelah kecelakaan, aku yang tadinya hanya pelajar kelas 1 SMA berubah secara drastis menjadi seorang pasukan yang digembleng untuk menyiapkan diri pada kondisi apapun. Kecelakaan itu sebenarnya sangat membuat kakek terpukul, apalagi tepatnya di ulang tahun kakek. Namun kakek tahu kesedihan berlama-lama tidaklah baik, karena pada saat itu aku masih dirawat dirumah sakit, jadilah kakek harus berfokus pada diriku sebulan tersebut.

Di waktu ini juga kakek berusaha mencari informasi bagaimana bisa ada kecelakaan namun terjadi dengan 3 mobil sekaligus? Kakek pun berusaha melaporkan ke pihak berwajib. Namun tanggapan dari pihak berwajib hanya mengatakan bahwa rem tiga mobil tersebut tidak berfungsi, hal ini yang mengharuskan kakek berpikir dengan kemungkinan bahwa keluarga kita telah diincar oleh pihak yang berkuasa. Kakek langsung meminta tolong kepada penjaga rumah untuk mempacking semua barang yang bisa dibawa. Termasuk pakaianku dan barang – barangku. Minggu kedua dan ketiga kakek sudah mengkosongkan rumah dan telah memberi info kepada penjaga rumah bahwa walaupun rumah telah kosong, namun dia harus tetap menempati rumah ini selama 2 minggu sebelum akhirnya boleh pergi. Dia pun diijinkan jika belum mendapat pekerjaan baru, silahkan tinggal dirumah tersebut.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)