September Horor-ku

5 meter lagi kita sudah berada didepan pintu ruangan Gudang tersebut. Perlahan ketua panitia jalan mendekat dan setiba depan ruangan ada yang janggal. Ada bau melati didepan ruangan tersebut. Dan tiba-tiba ada teriakan.

“RAIISAAAAAA..”

Teriakan histeris dari risma mengejutkan kita semua. Kita langsung memandang kedalam ruangan dan menemukan kenyataan bahwa Raisa ditemukan gantung diri dengan tali dilehernya didalam ruangan itu. Tubuh raisa terlihat samar namun pasti karena baju yang dikenakannya persis baju semalam.

Suara tangisan risma semakin terdengar, dengan mengumpulkan keberanian, ketua panitia pun memasuki ruangan tersebut dan menemukan banyak hal yang sangat ganjil. Ruangan ini sangat berantakan, seperti sedang ada yang berpesta dan mengundang banyak orang yang membuat ruangan  berantakan seperti ini.

Para panitia pun berinisiatif untuk segera menurunkan tubuh raisa. Dan berharap jika raisa masih dapat tertolong. Hanya tim panitia yang dapat memasuki ruangan, berharap jika ini adalah kejahatan maka ruangan pun masih steril dari jejak orang lain. Tidak ada denyut nadi dari tubuh raisa. Tubuh raisa terlihat beberapa bekas lebam ditangan dan dilehernya. Serta tangannya dipenuhi luka sayatan seperti terkena cakar binatang buas. Kita tidak dapat mengira-ngira luka apa yang bisa membuat tangan menjadi seperti itu.

Guru, penjaga sekolah dan ambulans pun segera dipanggil saat itu juga. Guru shock dan tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini, Guru bahkan segera memanggil kepolisian untuk menyelidiki hal ini.

Disela-sela hari minggu yang seharusnya tenang tidak sangka malah terjadi hal seperti ini. Kita diminta untuk tidak meninggalkan sekolah dahulu sambl menunggu kepastian dari guru. Dan disela-sela semua orang membahas hal seperti ini, ada yang berbicara.

“Gw kemarin itu ngelihat, risma itu kan lagi bareng raisa waktu jaga anak kelas 1, nah risma sempat pergi tuh” sahut seorang senior.

“Eh gw juga lihat itu, tapi gak lama dia kembali lagi bukan ?”

“Iya sih, ya kali aja saat itu si raisa kemasukan”

“bisa jadi sih”

Obrolan dua senior yang entah berkata benar atau hanya karangan saja terdengar ditelingaku. Dibanding mendengar senior berbicara, aku mencari leo dan rendy untuk cerita apa yang terjadi denganku semalam. Dan ternyata obrolan kita mempunyai sudut pandang yang berbeda beda walau kita berada satu ruangan.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)