September Horor-ku

Melihat arah senter aku langsung melihat keatas matras, karena ada kaki yang terlihat. Matras itu ditumpuk agak tinggi. Hampir 2 meter, jika tidak diamati baik-baik maka tidak akan terlihat bahwa ada sesuatu diatas sana. Kita berdua langsung menarik terry dari atas matras.

“Ter, bangun ter..” aku mencoba membangunkan, ternyata tiba-tiba Leo mengagetkan dengan suara berikutnya.

“Ngapain lu disitu, BURUAN GENDONG TRUS CABUT!”

Tanpa berpikir dua kali aku langsung menggendong terry dan berjalan keluar bersama rendy, karena yang terjadi adalah saat ini adalah Leo sedang berusaha menahan pintu besi tersebut agar tidak tertutup.

“BURUAN, GW DAH GAK KUAT”. Sahut leo berikutnya.

Seketika kita langsung tersadar, pada saat kita menyentuh tubuh terry. Ada makhluk yang tidak mengizinkan kita keluar. Dan langsung berusaha menutup pintu tersebut. Selain itu gendongan yang seharusnya ringan tiba-tiba menjadi berat. Aku langsung berkata,

“Ren, bantuin gw, jadi berat banget nih..”

Rendy yang sejak tadi terdiam ternyata sedang melihat makhluk itu. Makhluk itu berbeda dengan yang ku temui, kali ini makhluk ini tidak sendiri, yak ada beberapa yang terlihat. Satu mencoba menutup pintu, dan satu berada diatas terry yang sedang ku gendong, dan satu lagi yang paling besar ada di atas matras tempat terry sebelumnya.

“Damn, WOI REN.. SINI BURUAN BANTU GW” Sambil berusaha menendang dengan kaki ke kakinya berusaha menyadarkan kan dirinya.

“GA USAH DILIHAT” aku lanjut berusaha menyadarkannya.

Seketika rendy sadar, dan langsung membantu ku membopong terry keluar ruangan dan akhirnya kita berhasil keluar dari ruangan itu bertiga. Tepat pada saat keluar ruangan, diluar sudah banyak senior yang perlahan berdatangan karena suara dari Leo sebelumnya.

Nafas kita semua tersenggal dan hanya terry yang belum sadarkan diri. Senior pun bertanya pada kita dan pada saat senior mencoba memasuki Gudang olahraga, semua tampak normal dan tidak ada apapun didalam sana.

Senior pun antara percaya dan tidak percaya. Karena saat ini tubuh kita semua penuh dengan keringat dan Leo lah yang tampak paling kelelahan. Kita berempat dibantu menuruni tangga dan diputuskan untuk beristirahat tanpa perlu ke pos selanjutnya.

Sekarang pukul 1.00 pagi dan terry pun belum sadarkan diri. Setelah kejadian barusan, senior mencoba mengambil tindakan dengan cara pada saat pos 6, agar dilakukan bersama-sama supaya cepat selesai dan bisa beristirahat dan sekelilingnya juga tidak akan kesepian karena ramai orang. Di kelompok sebelumnya memang tidak ada masalah dan berakhir dengan cepat. Kita pun bingung apakah semakin malamnya waktu menjadi semakin mengerikannya tempat ini. Sisa total orang di kelombok adalah 28 orang.

Pos 6 pun dimulai dan semua senior diharapkan terjaga. Masing- masing telah ditempatkan disetiap kelas yang dianggap menguji keberanian, Namun sekarang setiap senior wajib menemani didepan ruangan minimal satu orang. 5 menit telah berlalu dan tidak terjadi apapun. Menit berikutnya sebuah teriakan terdapat di ruangan lantai 2. Dan teriakan kedua terjadi diseberang ruangannya, Merasa ada yang aneh dari HT senior langsung terdengar.

“PERHATIAN UNTUK SEMUANYA. BUBAR SEMUANYA, KEMBALI KE BASE BAWAH”

Para senior lalu mengajak juniornya kembali ke base, kecuali dua orang yang teriak barusan yang masih berada dilantai atas.

Segera setelah mengembalikan junior, para senior terbagi menjadi dua team dan kembali lagi ke lantai atas.

Tempat pertama sekali lagi adalah kamar mandi yang ku tempati sebelumnya. Dan yang kedua letaknya dekat ruangan Gudang olahraga atas namun masih jauh di ujung lorongnya. Tepatnya kamar mandi wanita.

Saat di konfirmasi ada 1 orang pria pingsan di dalam kamar mandi pria tempat ku sebelumnya dan 1 orang wanita kesurupan lalu pingsan di kamar mandi wanita. Hanya aneh nya ada nama yang ku kenal disebutkan di HT senior.

“Itu yang jaga depannya kamar mandi cewe si Risma sama Raisa.”

Saat itu juga aku langsung ingin tahu kelanjutan berikutnya. Namun senior memutuskan langsung bergegas keatas. Kedua orang tersebut dibopong menuju ruangan uks. Kondisinya saat ini masih tidak ada yang tahu.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)