September Horor-ku

Gudang olahraga seharusnya terkunci dan hanya bisa terbuka oleh guru olahraga. Jadi kita berasumsi terry tidak mungkin ada disana. Gudang olahraga terletak di ujung Lorong lantai dua. Jadi jika saat malam seperti ini, ruangan Gudang olahraga sama sekali tidak ada penerangan sama sekali, karena hanya digunakan sewaktu siang. Jadilah Gudang tidak pernah ada penerangan diwaktu malam.

Ruangan tempat aku berada sebelumnya berada diseberang dari Lorong ini, jadi aku di Lorong barat dan terry di Lorong timur. Namun kita tidak diberitahu bahwa kita berada di lantai yang sama, yang kita tahu, kita hanya sendiri di tempat itu.

Tempat terakhir yang belum kita periksa adalah Gudang tersebut. Leo yang mengusulkan pertama kali untuk mencari disana.

“Tinggal Gudang ni belom dicari, selebih nya cari dibawah abis itu.” Leo memberi ide.

“Kayaknya cari dibawah aja deh, yang agak ramai dikit” sahut rendy. Merasa ada yang ganjil sedari tadi rendy pun tidak sabar lagi ingin cepat pergi dari lantai atas.

“Gw agak aneh ni disini, feeling gak enak” Lanjut rendy.

“yaudah gini deh, cek sebentar di Gudang terus cabut kebawah” aku mengusulkan.

Aku berpikir jika terry mengalami kejadian yang tidak mengenakkan sepertiku maka kita harus menjemputnya segera.

“Yaudah yuk cek kesitu, kalau kekunci langsung balik aja” Leo memberi kesimpulan.

Pada saat kita bertiga mendekati Gudang olahraga, terlihat ada sesuatu yang bergerak. Kita kaget namun kita masih mencoba meneruskan menuju Gudang olahraga. Gudang olahraga adalah ruangan namun tidak memiliki pintu kayu, hanya ditutup pintu besi toko yang cara membukanya adalah digeser kekiri dan kekanan. Dan dari luar bisa melihat kedalam ruangan. Setibanya di Gudang, kita kebingungan karena gudang tersebut tidak terkunci, dan kita masih berpikir positif bahwa mungkin ada panitia atau senior yang membutuhkan ruangan ini. Kita perlahan membuka Gudang tersebut. Gudang itu berukuran seperti ruangan kelas namun tidak ada jendela, hanya ada hexos exhaust fan diatap ruangan Gedung, dan pintu yang terdiri dari besi.

Kita memutuskan dua orang mencari didalam dan satu orang berjaga didepan pintu. Seperti biasa yang kita temukan di Gudang olahraga, terdiri dari berbagai macam peralatan olahraga, seperti matras, jaring- jaring bulutangkis, papan tenis meja dan lain sebagainya. Aku dan Rendy adalah orang yang mencari didalam dan Leo berjaga didepan. Kita memberanikan diri langsung mencari ke daerah ujung kelas karena siapa tahu terry berada disana. Namun nihil. Tidak ada siapapun disana. Kita langsung putar balik untuk segera turun namun tiba-tiba Leo menyahut dengan suara agak tinggi.

“Do, Ren, itu diatas kayaknya terry. Cepat Tarik terry aja turun terus cabut dari sini”.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)