September Horor-ku

“Hellooo, masih mau disini ? gw tinggal yak”

Saat dengar suara seperti itu aku langsung spontan berdiri. Aku tidak akan mengizinkan diriku berada di posisi seperti itu lagi.

Ruangan kamar mandi terlihat terang dan normal jika ada pencahayaan, tidak terasa suram seperti sebelumnya. Aku beranjak mengikuti senior menuju tempat awal pos 6. Pos 6 berada diluar Gedung, dekat lapangan parkir. Aku masih bertanya- tanya sewaktu jalan menuju pos, apakah kejadian tadi hanya khayalan ku doang, atau memang kenyataan. Didekat lapangan parkir terdapat kaca besar, yang biasanya digunakan untuk melihat penampilan diri sebelum memasuki sekolah. Aku mencoba melihat kaca tersebut dan meyakinkan diri bahwa hal sebelumnya sepertinya tidak nyata. Namun aku lagi-lagi terkaget dengan kenyataan yang ada, dileherku terlihat bekas cekikan yang aku rasakan. Dan dipunggungku terlihat biru bekas terbentur dinding tembok ruangan kamar mandi.

‘Damn, berarti tadi beneran dong’ pikirku. Sontak bulu kuduk ini makin merinding. Dan cepat-cepat aku menyusul senior didepan. Setiba nya di pos 6 sudah terlihat Leo, dan rendy. Namun terry belum terlihat. Aku langsung bertanya ke mereka,

“Terry mana ?”

“itu dia, dia ditungguin tapi ga dateng-dateng. Mirip kayak elu. Kenapa elu lama banget si?” Sahut rendy.

“Hah, lama bagaimana? Kan kita nanti akan dijemput oleh senior selesainya. Dibriefing tadi bukannya begitu?” Aku mencoba menjawab.

“Ya ngga lah, kan 10 menit selesai langsung disuruh kembali lagi kesini. Kalau misal kelamaan baru dijemput. Lw udah setengah jam disana.” Jawab Rendy.

Aku terdiam, tidak mungkin kan jika instruksi kita berbeda-beda. Aku masih yakin jika aku mendengar hal yang berbeda sebelumnya. Kabar berikutnya yang terdengar adalah dari HT atau handy talky senior yang digunakan untuk berkoordinasi dengan yang lain.

“Bro, gw gak ketemu si terry nih. Diruangan atas dia gak ada, dia udah balik belom?”

“Belom balik, coba cari dulu mungkin lagi dijalan kali”

Kita bertiga yang tadinya terlihat santai saling tatap-tatapan. Merasa ini hal yang aneh kita berdiskusi sebentar.

“Lw bisa lama tadi kenapa do?” tanya Leo.

“Gw mendapat pengalaman kurang menyenangkan, dan gw gak akan cerita disini. Bagaimana kalau kita bantu cari terry.?” Aku mengusulkan.

“Nanti elu harus cerita ya. yaudah kita bilang ke senior aja kita bantu cari.” Jawab Leo.

Randy kali ini hanya terdiam, karena dia merasa sesuatu yang ganjil yang sepertinya baru saja terjadi.

Kita bertiga izin ke senior untuk membantu mencari dan mulailah pencarian ke setiap kelas. Untuk malam ini ternyata setiap kelas di ruangan tidak terkunci. Namun ternyata tidak semua listrik di sekolah menyala, hanya beberapa tempat yang menyala yang lainnya tidak menyala. Kita dipinjamkan senter oleh senior untuk mencari, dan kita langsung menyisir lokasi ruangan tempat awal terry berada.

Pencarian kita nihil, kita sudah mencari diruangan atas disekeliling tempat terry berada dan kelas-kelas sebelahnya namun tidak ada tanda- tanda kehidupan diruangan atas. Namun ada 1 ruangan diatas yang belum kita cari, yaitu Gudang olahraga.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)