September Horor-ku

Setelah mendapatkan posisi, senior meninggalkan tempatnya dan kembali untuk mengantar yang lain. Setelah kepergian senior, suasana pun berubah manjadi sunyi. Ada satu peraturan dari makrab ini, Tidak boleh bersuara, jadi sesama teman pun hanya boleh berbisik jika berbicara maka dari itu satu sekolah berasa seperti tidak ada orang sama sekali.

“Tik..tok..tik..tok…”

Didekat kamar mandi terdapat jam dinding yang suaranya menandakan setiap detik yang telah berlalu. Suara Jam tersebut membuat suasana daerah kamar mandi semakin suram. Dengan kesunyian seperti ini ada bunyi sedikit pun pasti terdengar. Aku mencoba menghitung detik demi detik yang berbunyi.

Dan tiba tiba entah bagaimana, jam dinding tersebut berhenti. Yak berhenti. Tidak ada satupun suara yang ada terdengar diluar sana. Aku seperti sudah berada ditempat lain bukan di sekolah. Aku tidak tahu ini sudah berapa lama, yang ku tahu pasti senior pasti akan menjemput ku jika sudah 10 menit.

Aku mencoba berpikir sejenak, didalam pikiran ku seharusnya sekolah ini aman, toh tidak ada hal-hal aneh di sekolah ini sebelumnya. Baiklah akan coba kujalani saja pikirku, jika ada sesuatu aku akan teriak saja. Sepertinya tadi aku sudah menghitung sekitar 5 menit lebih. Sebentar lagi sepertinya berakhir.

Tiba-tiba derap langkah seseorang terdengar mendekat. Akhirnya, selesai juga pikirku. Tapi ternyata aku salah, semakin dekat, derap langkah itu terdengar menjadi sangat aneh sekali, mungkin lebih tepatnya bukan suara langkah kaki namun sesuatu yang terdengar seperti langkah  yang terseret-seret dan terus bergerak mendekat.

‘Oh my god’, jantung ini rasanya berhenti seketika, bulu kuduk merinding, mulailah pikiran pikiran aneh dikepala. Tapi sekali lagi aku mencoba menepiskan semua pikiran itu, dan berharap mungkin itu senior yang sedang mengerjai aku.

Semakin dekat suara itu berbunyi, semakin merinding seluruh badanku dan semakin cepat jantung ini pula. Dan Seketika  itu juga semua hal yang barusan terjadi seperti hilang seketika. Tepat saat suara itu mendekat disamping kamar mandi suara itu pun berhenti. Tidak ada satupun suara lainnya. Aku menunggu detik demi detik namun suara itu hilang.

Selang beberapa saat yang terdengar berikutnya adalah suara langkah kaki yang agak tergesa-gesa. Yes, selesai juga, pasti ini senior pikirku, aku mencoba berdiri dari tempat dudukku dan bersiap-siap untuk keluar kamar mandi. Namun yang berikutnya terjadi adalah pada saat aku berdiri tiba – tiba dua lilin yang berada di pojok ruangan depanku langsung mati seketika. Tidak ada angin atau apapun juga dan tiba tiba mati. Aku sudah tidak kuat lagi, ingin rasanya aku ingin lari dari sini. Pasti ada sesuatu yang tidak beres disini. Namun tubuhku tidak dapat bergerak seperti yang kuharapkan. Karena dipojokan lilin yang tadi mati sedari tadi, keluar sebuah bayangan, perlahan-lahan makin membesar menutupi ruangan kamar mandi, bayangan tersebut terlihat jelas karena lilin disebelah ku masih menyala. Dan tiba -tiba bayangan itu seperti keluar dari dinding bergerak perlahan kepadaku. Nafasku berderu sangat cepat, dan aku berusaha mencoba membaca doa yang aku tahu. Belum mulai membaca, seakan makhluk itu tahu, seketika oksigen yang berada disekelilingku seperti hilang. Lilin disebelahku mati dan ruangan gelap seketika. Dan aku.. aku tidak bisa bernafas.

Mulutku berusaha seperti mencari oksigen namun sia-sia, saat mata sudah mulai terbiasa dengan kegelapan ruangan. Aku tahu kenyataan yang menyebabkan aku berfikir oksigen disini hilang, ternyata aku tercekik. Makhluk itu mencengkram leherku, dan mengangkat ku ke udara. Sekian detik berikutnya yang aku rasakan aku terlempar ke dinding tembok dan hampir tidak sadarkan diri. Aku masih berbaring tidak dapat berdiri, tubuh ini sangat lemas. Aku sudah tidak bisa lagi menghitung berapa lama aku berada disini. Seharusnya sudah 10 menit lewat tapi mengapa tidak ada senior pun yang menjemput kesini. Aku sudah pasrahkan nasibku saat ini. Aku tidak bisa bersuara. Biarlah apapun yang terjadi, terjadilah.

Detik kemudian hal aneh yang terjadi aku merasa lampu tiba-tiba nyala, dan ada seseorang masuk.

“Heh, kamu tidur ya dek?” Suara senior memecahkan kesunyian ruangan tersebut.

Aku yang sebelumnya berbaring lemas tiba-tiba mempunyai tenaga untuk mengangkat badan dan mencoba perlahan melihat sekeliling. Namun kosong, tidak ada apa-apa. Aku masih belum beranjak dari tempat dudukku dan senior melanjutkan bicaranya.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)