September Horor-ku

Kita berempat memberi nama kelompok F4, tentu saja bukan karena tampang kita mirip mereka tapi karena yang dipikiran pertama kita adalah grup apakah yang memiliki anggota empat orang dan gampang diingat. Alasan palsunya adalah, kita beempat sebetulnya pangeran yang mungkin orang orang belum pada tahu karena kita hanya ingin humble dan juga tidak sombong.

Kita sudah membuat rencana yang matang akan presentasi tiap kelompok dan juga yel—yel serta motto. Motto hidup kita, “jika bisa dikerjakan oleh orang lain, mengapa harus kita.. hahaha” disertai tertawa tentunya saat membacakan motto. Semudah itu pula kita melupakan bahwa acara sesungguhnya bukan pada saat kumpul namun pada saat malam hari. Terdengar keramaian dari setiap grup, mereka tertawa karena mereka merasa malam keakraban ini mungkin akan membuat mereka akrab satu sama lain.

Jam 8 pun tiba, team satu-persatu menunjukkan kemampuan mereka dalam hal yel-yel serta presentasi kelompoknya. Tepuk tangan memeriahkan acara kita pada malam hari itu, tidak ada satupun dari senior yang melakukan intervensi, seakan semua acara malam hari ini adalah khusus untuk junior. Senior bahkan melakukan unjuk diri yaitu beberapa dari mereka melakukan pertunjukkan seni theater, atau bahkan ada yang melakukan dance dengan pakaian yang memalukan. Semua ini demi memberikan yang terbaik untuk junior, itu adalah pesan yang ingin mereka sampaikan dari awal waktu pada saat briefing. Sebuah pesan juga disematkan, bahwa nanti malam jangan ada yang bengong, dan berkata yang tidak tidak. Pada awalnya semua menjadi tegang namun hanya beberapa menit suasana mencair kembali.

Waktu terus berjalan, dan tidak terasa sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. dan ditandai dengan berakhirnya acara. Senior hanya mengatakan bahwa saatnya kembali ke kelas lalu bersiap siap untuk acara berikutnya pada pukul 11.00 malam. Mereka tidak menyebutkan sama sekali acara apa yang sudah disusun berikutnya.

Pukul 11 pun tiba, terdengar teriakan teriakan dari para senior untuk berkumpul di lapangan. Tidak ada lagi muka ramah, tidak ada lagi muka senyum, dan tidak ada lagi tawa canda seperti dua jam yang lalu.

“Buruan dek, kalian bisa gak sih tepat waktu!”

“Kalau kalian tidak niat jadi osis, lebih baik pulang aja sekarang”

Dan berbagai macam teriakan lainnya yang akhirnya kita menyadari alasan pada outfit kedua kita menggunakan baju olahraga, ternyata bimbingan fisik dan mental. Disini kita harus menyiapkan telinga baik-baik, menjawab dengan penuh semangat dan paling penting menyiapkan fisik lebih dari biasanya. Salah sedikit langsung kena hukuman, kita yang laki laki biasanya melakukan pushup dan squat jump sebagai hukuman. Pada awalnya kita masih semangat, namun setelah setengah jam berlalu badan sudah mulai merasa sakit.

Pukul 11.30 kita diminta untuk keliling sekolah untuk menuju setiap pos yang terdiri dari 8 pos buatan. Setiap pos memiliki 2 orang perwakilan yang akan memberi kita misi. Di misi pertama group F4 diberikan pertanyaan teori tentang siapa nama kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. ‘Easy’ pikirku. Di pos kedua mulai menantang sedikit, seperti mengisi TTS. Sampai pos 5 ternyata kita melakukan hal yang sama, yaitu bermain teka teki. Jika salah maka akan mendapatkan hukuman. Hukuman ini tergantung pos nya, jika salah di pos ketiga, maka hukuman tersebut berubah menjadi 3 dikali berapa yang salah. Misal ada 2 teka teki yang salah, maka hukuman berubah menjadi 6.

Setelah beberapa saat tibalah juga kita di pos 6. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Sudah berganti hari rupanya. Di pos 6 ini menurutku adalah pos yang sedikit aneh, disini hanya ada 1 senior, dan 1 lagi bersiap untuk mengantar kita ke setiap ruangan yang sudah disiapkan. Kita ternyata ditantang untuk diuji keberaniannya. kita disebar untuk pergi ke 4 titik yang berbeda, jadi 4 orang ke 4 tempat yang berbeda.
Aku ditugaskan pergi ke kamar mandi laki-laki  yang berada di lantai 2. Entah bagaimana tempat ini sengaja digelapkan semua, jadilah lantai 2 sama sekali tidak ada penerangannya sama sekali. Setiba diruangan kamar mandi aku menemukan sudah disediakan 1 lilin di setiap pojokan kamar mandi. Jadi terdapat 4 lilin yang menerangi ruangan saat itu, Syarat di pos ini mudah, hanya tinggal selama 10 menit diruangan tersebut.

Sebenarnya waktu 10 menit tidak lama, mungkin jika handphone berada digenggaman, 10 menit akan berlalu sangat cepat sekali. Berbeda dengan hari ini, Aku diharuskan menikmati suasana gelap-gelapan seperti ini selama sepuluh menit.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)