September Horor-ku

“Hei do, baru dateng ? Sama siapa kesini ?” Kata kak risma.

“Hello kak, iya nih, hampir telat. Tadi naek ojek, nungguin angkot gak dapet dapet.” Jawab aku.

“Yaudah cepetan masuk ya, sudah mau mulai tu acaranya.” Lanjut kak risma.

“Siap kak.”

Dan Aku pun langsung memasuki lapangan sekolah dan tiba – tiba ada dua orang mencegatku.

“Sialan lu, baru dateng langsung ngobrol – ngobrol sama risma, sini ikut gw lu”. Aku langsung digiring menuju tempat kumpul Osis.

“Tauk lu, gw yang nungguin dia daritadi, ngobrolnya sama elu. Kampret emang”

Yak, si leo dan Rendy ternyata sudah menunggu risma didepan lobi sekolah yang malahan mendapat aku sedang mengobrol dengan dirinya.”

“Hahahaha , yaa mana gw tau elu berdua nungguin, kelamaan si lw, udah jamannya menjemput bola men sekarang” aku menjawab seadanya.

“Btw, lanjut pembicaraan kemaren, gw yakin ada acara tambahan ni nanti malem, lw berdua sempat ngeliat rundown acara hari ini ga ?” aku lanjut bertanya.

“Belom sih, tapi feeling gw juga ga enak. Coba tanya senior yang deket yuk.” Rendy menjawab.

“Gw udah nanya tadi, katanya kemungkinan ada basah-basahan” Kata Leo.

“Waduh, masuk angin dong nanti.” Sahut Rendy.

“Yaudah kumpul dulu lah kita yang penting” Aku mencoba tidak membuat kesimpulan lebih lanjut.

Saat briefing pukul 4. Kita pun diberitahu bahwa masing masing akan dibagi menjadi 4 orang tiap kelompok. Anggota Osis kelas 1 ada sekitar 72 orang yang dibagi menjadi 18 kelompok. Kelompok ini hanya untuk acara pada saat pukul 10 – 2 pagi. Namun untuk tempat tidur hanya akan dibagi ke 2 kelas yaitu 1 kelas untuk pria dan 1 kelas untuk wanita. Sekolah kami jika dilihat dari atas berbentuk U.

Dibelakang sekolah bagian kiri, ada taman dan kolam ikan sedangkan dibelakang sekolah bagian kanan ada musholla. Kantin berada dibagian samping sebelum masuk ke sekolah. Bagian sekolah di sisi kiri adalah tempat untuk para wanita karena lokasi berdekatan dengan ruang guru, jadi lebih gampang untuk mengontrolnya. Sedangkan laki laki berada di bagian kanan.

Briefing pun selesai dan kita langsung disuruh mengumpulkan kertas yang bernama anggota kelompok disertai ketuanya. Kelompok kami bertambah satu orang yang bernama Terry, Namanya mungkin keren tapi karena sering dibully, maka terkadang teman-teman memanggil dia dengan nama ikan ‘teri’. Dan hal itu yang membuat kita tertawa karena dia sudah menerima takdir bahwa sekolah di negara berkembang ini tidak akan sama dengan bersekolah di negara luar.

Kelompok kita terdiri dari terry, rendy, aku dan leo. Yang di ketuai oleh Leo. Leo memiliki kemampuan komunikasi yang hebat, punya banyak teman dan juga dia paling besar diantara kita. Tingginya 180 dan memiliki tubuh yang ideal. Cocok untuk menjabat ketua kelompok. Rundown acara hanya diberitahu bahwa acara pukul 18.30 dimulai dan bersiap untuk acara kebersamaan. Ketua kelompok dipanggil dan ditugasi untuk membuat motto kelompok, yel-yel, serta presentasi tentang kelompoknya. Jadi setiap kelompok harus diberi nama dan juga disebutkan mengapa memilih nama tersebut.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)