Rumah Nenek

“Oke pa, hati – hati dijalan.” Gw menutup pagar lalu mengunci pintu dan beranjak ke kamar.

Gw sudah menyiapkan buku untuk gw bawa di weekend ini, jam sepuluh adalah jam yang sangat pagi untuk mata ini agar terpejam. Dan gw memutuskan baca buku sambil memutar music dari handphone agar mengeluar kan suara biar tidak sepi sambil menunggu Papa pulang. 15 menit berlalu tiba – tiba ada suara telfon dari Papa.

Gw mencoba mengangkat telfonnya dan ternyata tidak ada suara yang menyahut dari sebrang sana. Hanya ada suara kresek kresek tanda jalur telfon sedang rusak.

“Pah.. ga ada suaranya nih.. coba telfon lagi deh.. dimatiin yaa..” gw mencoba menjawab telfon berharap papa mendengar suara gw.

Selang beberapa detik muncul telfon dari papa kembali, namun masih sama, suara papa masih tidak dapat terdengar dengan jelas. Dan gw mencoba mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya, coba ditutup dahulu lalu telfon kembali.

Dan pada saat telfon yang ketiga, terdengar bunyi.- Bersambung

“BRAK…” suara pintu menutup di lantai 2 itu terdengar sangat keras. Padahal di tempat ini hanya ada gw sendiri dan gw langsung spontan menjawab.

“Woi dedemit, kalau berani jangan gangguin gw doang, gangguin tetangga gw juga sana” Suara gw terdengar membalas suara pintu itu. Bukan dengan maksud tertentu tentunya. Keberanian gw sebenarnya berlaku hanya dengan manusia, gw berani berkelahi dengan 5 orang senior namun untuk hal yang tak kasat mata seperti ini gw kebingungan meresponnya.

Telfon dari papa terus berbunyi setelah menjawab itu lalu aku angkat

“halo pah ?”

“Fi, kamu ga dengar papa bicara apa saja tadi ?” papa menjawab.

“Enggak pa, gak ada suara apa apa dari tadi. Aku sautin papa terus tapi ga ada suaranya” Jawab gw masih berasa feeling tidak enak.

“ Itu tadi papa sempet bingung kok yang ngomong suara perempuan,”

DEGG!! Mati gw siapa itu..

“tapi ga bilang apa apa si. Cuma terdengar kayak lagi ngomong jauh gitu. Ah yasudah mungkin salah denger kali papa.” Lanjut papa.

“Papa cuma mau bilang, sepertinya papa hari ini harus menginap dirumah sakit, mobil tiba tiba gak bisa dinyalain, besok pagi papa coba panggil kenalan om yang orang sini. Kamu kunci rumah ya” Sahut papa

“Yaah pak, tau gitu aku ga usah ikut kesini, ini aja ada yang udah nutup pintu kenceng banget di lantai 2.” Gw terdengar kecewa dan panik karena  gw bakal sendirian dirumah ini.

“Angin kalii.. ga ada kok setan disana, perasaan kamu aja itu. Kamu langsung tidur aja kalau takut. Yaudah papa mau ketemu dokter dulu ni yang jaga biar tau siapa yang standby malam ini”.

“Yaudah pah.. byee” gw menutup telfon dengan nada sangaaat kecewa. Gw berharap suara menutup pintu tadi adalah benar angin yang berhembus masuk kedalam.

Lantai 2 sangat menyeramkan karena menurut gw rumah ini tergolong modern namun memiliki perabotan yang antik seperti lampu gantungnya. Gw dulu sempat berasa kaya ada yang lagi gantung disitu, itu lampu goyang goyang sendiri. Gw mencoba menenangkan diri, gw harus berfikir semua secara ilmiah. Bukan dengan perasaan. Bismillah. Gw membaca semua bacaan yang gw hafal sampai gw akhirnya tenang dan gw bisa melanjut kan membaca.

10 menit gw mulai berangsur tenang, namun tiba – tiba ada keinginan untuk buang air kecil, lokasi kamar mandi ada disebelah ruang tengah, jika dari kamar hanya berjarak 15 langkah.

Ah deket lah kamar mandinya, dalam hati gw. Cepet cepet dah kesitu terus kembali lagi ke kamar. Gw masih mencoba terus bersuara dalam diri gw. Gw melakukan jalan cepat, suara  langkah gw terdengar agak terburu buru. Sampai selesai melakukan hajat, gw langsung bergegas keluar dan menuju kamar. Kamar mandi letaknya ada ditengah tengah antara kamar dan ruang tengah. Jadilah jika ingin ke kamar gw harus melihat ruang tengah. Awalnya semua itu normal sampai setengah jalan menuju kamar tiba – tiba listrik di rumah gw menjadi padam.

CTEK! Gelap gulita gw tidak bisa melihat apa – apa. Kejadian ini sangat cepat dan tiba tiba juga tidak sampai 5 detik lampu menyala kembali.

Gw bersyukur gw tidak melalui malam ini dengan gelap gulita,

Yang gw sayangkan adalah pada saat lampu menyala, ternyata telah duduk SESEORANG diruang tengah dan GW tidak SENDIRI disini. Fin.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)