Ibukota Dan Jalanan

Ibukota dan Jalanan

Ibukota identik dengan ciri khasnya berupa kepadatan penduduk, seperti Indonesia dengan jakartanya, dan Jepang dengan tokyonya. Apakah kalian tahu bahwa kepadatan penduduk ini adalah ciri khas dari sebuah kota yang aktif dimana setiap orang dari kota tersebut mencoba mencari penghidupan dengan cara bekerja setiap harinya ?

Mungkin hanya 1% dari setiap orang yang berada di ibukota yang melakukan hal yang berbeda, kita lihat contoh ada seorang bapak-bapak yang membantu orang yang kurang mampu dengan berjualan nasi kuning seharga 3 ribu ? atau bahkan terkadang gratis. Tempat beliau yang terletak di tengah ibukota, menambah keramaian pengunjung yang datang kelokasi tersebut. Terkadang untuk membeli, atau ada juga yang ikut menyumbang.

Sama halnya seperti masjid yang membagikan makanan setelah shalat pada hari jumat. Dimana pasti setiap hari jumat makanan tersebut akan habis tidak bersisa. Atau para donator yang senantiasa melaksanakan kebaikan dengan cara berkeliling di setiap hari jumat untuk membagikan bingkisan ataupun makanan.

Sadarkah kalian, selain kepadatan yang kalian ciptakan ada beberapa persen dari penduduk melakukan hal yang seperti kalian lakukan, seperti menambah lapangan pekerjaan untuk orang lain, ataupun bermanfaat untuk orang banyak.

Semua itu berawal dari niat, jika ada pekerja yang bekerja dan berniat hanya untuk mendapatkan uang, maka uanglah yang didapat, namun jika pekerja tersebut bekerja dengan niat yang berbeda seperti agar dapat bermanfaat untuk banyak orang, ataupun bisa mendapatkan ilmu yang banyak agar bisa dipakai kelak nanti. Atau ingin mendapatkan pengalaman yang signifikan, mungkin hal tersebut lebih berguna dan bermanfaat untuk banyak orang. Ada pepatah mengatakan sharing is caring. Karena kita berbagi maka kita peduli.  

Jadi Apapun yang kita lakukan di ibukota ini, di setiap sudut jalan ini, lakukan lah dengan niat yang baik, niscaya setiap kebaikan yang kita lakukan akan membuahkan hasil dengan kebaikan pula. Tidak ada sesuatu hal menjadi buruk dengan niat yang baik, begitu pula kegagalan, jika kita gagal dengan niat yang baik. Kita pasti senantiasa akan berfikir untuk terus berjuang, tidak mudah menyerah dengan kegagalan tersebut, karena niat kita bukan untuk diri sendiri, namun untuk orang banyak, atau kelak untuk anak cucu kita.

Salam Super – Dejournal Imam.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)