Dia dan Bandara.

Tidak terasa setahun sudah gw berada di negeri singa ini, negeri yang kecil namun memiliki kekuatan untuk bertahan sebagai pemegang ekonomi di asia tenggara. Gw akan membuat negara ini sebagai batu loncatan, negara yang akan gw tuju sebagai mimpi gw adalah jepang. Yang diyakini bahwa Pendidikan semasa kecil atau sejak usia dini disana bagus. Memiliki lingkungan yang menyenangkan dan juga memiliki lingkungan dengan tingkat disiplin yang tinggi. Membuang sampah sembarangan akan terkena denda, menyalahi aturan juga terkena denda dan lain sebagainya. Dan akan lebih baik jika memiliki kerabat yang mempunyai tingkat disiplin yang bagus dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada sesamanya. Disitu gw membuat kesimpulan bahwa lingkungan seperti ini bisa membawa pengaruh positif kepada keluarga.

Suatu hari gw sedang bersantai disebuah kedai kopi pada saat jam makan siang. Sambil melamun gw memikirkan banyak hal.

‘ Sudah satu tahun gw disini, sepertinya gw sudah bisa ambil cuti tahunan. Apa pulang aja kali ya? Sudah lama juga tidak lihat komplek, terus juga makan ketoprak, somay, rawon. Kayaknya ide bagus juga nih.’

Tidak lama setelah asik melamun gw memutuskan untuk memberi kabar keluarga di ibukota jika gw akan pulang pada minggu depan selama 2 minggu. Keluarga menyambut antusias, tentu bukan lain adalah mereka menunggu oleh-oleh yang akan gw bawakan. Sembari berpikir oleh oleh yang akan dibawa tiba tiba gw kepikiran 1 nama, yaitu mila. Sedang apa ya dia sekarang, apakah dia masih ingat gw, karena terakhir kita contact adalah 3 bulan lalu. Itu pun hanya sekedar berkirim pesan bertanya kabar. Gw memutuskan untuk mencoba menelfon dirinya, namun ternyata tidak diangkat. Dan gw mencoba kirim pesan namun juga tidak dibalas. Mungkin dia sedang bekerja pikir gw.

Seminggu berlalu dengan cepat, oleh oleh telah dibeli dan segala macam kebutuhan barang telah dipacking. Saat nya meluncur pulang ke tanah air. Udara segar menyelimuti bandara karena pesawat yang kutumpangi adalah pesawat pagi hari. Maka udara masih terasa sejuk.

Setibanya di bandara ibu kota, gw masih penasaran karena pesan terakhir yang gw kirim ke mila tidak ada balasannya. gw mencoba mencari ke sekeliling bandara namun tidak menemukannya, tetapi gw malah bertemu orang yang tidak disangka sangka.

“Emm, Rosy kan ya ? Gw Fai.” Sahut gw.
“dulu banget kita pernah ketemu, lw temennya mila kan ?” lanjut gw lagi tiba tiba.

“Eh iya fai, halo salam kenal, iya mila temen baik gw, dia juga sering cerita tentang elw.” Balas rosy.

“Mila tidak masuk ya? Shift apa dia sekarang ? gw terakhir whatsapp belom dibales sampe sekarang” Gw mencoba mencari tahu keberadaannya.

“Emangnya elu belom diceritain dia ya?” tanya rosy yang malah bikin gw jadi tambah bingung.

“Kasih tahu apa ya ? Apa jangan jangan dia sudah punya pasangan?”  tanya gw.

“Emm, katanya si dia udah sempet bilang ke elu, kalau dia mau dijodohin, 2 bulan lalu dia diajak kenalan sama ni cowok bersama Pa haji tetangganya dia. Dia tidak bisa memberikan alasan apa apa lagi ke orang tuanya. Dia dijodohkan, bulan depan rencana Lamarannya jika memang jadi.”

JLEGER.. gw berasa kesamber gledek dengernya.. gw diem sesaat berpikir sejenak, lalu gw coba bertanya.

“Lw ada waktu sebentar? Lw bisa ceritain semuanya tentang mila gak? And oia, gw bagi nomer lw juga ya..” pinta gw.

Dari rosy gw mendapatkan info bahwa ternyata mila berasal dari keluarga yang sangat taat agama, saat gw mencoba mengantar dia kerumah nya, dia menolak bukan karena alasan yang dia ceritakan ke gw. Tapi dia hanya mau saat nanti ada orang yang datang kerumahnya, harus dengan alasan bahwa orang itu datang dengan maksud menjadi pendamping mila. Mila sudah berhenti bekerja sejak perkenalan tersebut. Memang sejak awal, orang tuanya membebaskan dia untuk bekerja namun jika sudah mendapatkan pasangan, mila harus seratus persen mengabdi kepada pasangannya tersebut.

Gw masih belom bisa mencerna semua informasi yang baru saja gw terima, gw meminta tolong ke rosy untuk bilang ke mila bahwa tolong untuk 2 minggu ini saja saat gw di ibukota, tolong balas pesan yang masuk ke dia jika itu berasal dari gw.

Saat ini gw sudah duduk ditaksi yang menuju kerumah gw, tetiba gw tertegun dan gw mencoba mengarahkan taksi tersebut ke blok s dulu sebelum kerumah gw.

Gw tanpa sadar langsung mengetik

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)