Dia dan Bandara.

Udah keringetan, mules, panik, takut diomelin bos, semua rasa bercampur menjadi satu. Dan teriakan yang nan jauh disana, akhirnya secara perlahan tapi pasti disebut juga oleh counter gw.

“GA 31 check in closed” kata mbak discounter gw

Gw dah gak tahu lagi harus bagaimana, selang 3 menit. Akhirnya giliran gw tiba.

Gw maju menyerahkan ktp dan print tiket.

Didepan gw duduk seorang wanita masih muda, dengan menggunakan seragam sambil terlihat mengotak atik computer didepan wajahnya. Tiba – tiba dengan muka keheranan dia melihat gw lalu bilang.

“Bapak, mohon maaf untuk penerbangan GA 31 sudah closed. Bapak bisa langsung beli tiket yang baru di loket garuda depan bandara ya, terimakasih”

Prangg.. hati gw pecah berkeping keping dengar omongan dia seperti itu, tapi gw berusaha tidak menyerah, gw menjawab dengan sopan dan dengan suara pelan.

“Maaf mba, waktu tadi dipanggil saya sudah berada dibarisan 1 lagi dari depan, bapak bapak depan saya yang agak lama makanya saya terlambat”

“Tapi tetap tidak bisa Pak, sudah closed check in” dia menjawab dengan santai.

“Ayolah mba saya Cuma beda 1 orang doang, masa masih tidak bisa” gw mulai memohon.

“Tidak bisa pak” dia menjawab dengan santai lalu tersenyum.

“Plis mba masa masih ga bisa, toh pesawatnya masih ada kan belum boarding” gw mengerahkan usaha gw terus tanpa sadar 5 menit berlalu hanya berusaha berdebat dengan mba mba di counter ini.

Gw udah cukup banyak menjawab dan berdoa dalam hati, ‘bagaimana nasib nya nih jika gw gak berangkat hari ini’. Gw sudah melihat sesuatu itu yang tadinya masih terlihat sebuah harapan, menjadi suatu yang mustahil. Gw bukan tidak mau terus berjuang namun kondisi fisik gw yang sudah tidak memungkinkan alias sudah mules banget dari tadi. ‘Ni kalo gw ga mules gw bisa lanjut usaha nih, sial banget ni perut momentnya ga tepat banget’ Gw berseru dalam hati.

Baiklah sepertinya sudah tidak bisa lagi diperjuangkan, Gw akan memohon kepada dia lagi terakhir kalinya. Kalau misal ini tidak berhasil, ya sudah gw menyiapkan mental buat dimarahin bos. Tekad gw sudah bulat. GO!.

“Mbak plis mbak kali ini aja, saya janji nanti mba saya beliin oleh oleh deh kepulangan saya dari…… “ Belum habis suara gw berbicara tiba tiba ada temannya yang datang kemejanya.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)