Dia dan Bandara.

Waktu menunjukkan pukul 15.00 di jam tangan gw, dan sekarang gw pun masih terjebak kemacetan didalam taksi sambil membaca group whatsapp kantor yang mengingatkan keberangkatan ke batam pada pukul 16.30. Pasti masih sempat untuk check-in dalam hatiku meyakinkan.
“Pak, nanti kalau sudah agak lancar tolong ngebut saja ya, saya takut terlambat nih.” Pinta gw memastikan.

“Pesawat nya jam berapa pak ?” Supir taksi bertanya.

“16.30 pak, sepertinya masih sempat sih, Cuma saya takut terlambat saja” jawab gw.

“Oh masih cukup insya Allah pak” jawab supir taksi.

“ Oke saya serahkan kepada bapak ya, tolong agar saya tidak terlambat” Gw masih mencoba meyakinkan supir agar mengebut.

Supir mulai menunjukkan keahliannya dengan membelok-belok kan kendaraan ini kekiri dan kekanan yang akhirnya gw dapat tiba di bandara dalam waktu 45 menit. Jam menunjukkan pukul 15. 45 saat gw ikut mengantri didepan bandara. Berikutnya gw mendapat pemandangan yang tidak biasa, yaitu keramaian didepan pintu masuk bandara.

Wah, lagi peak season ya, gw berujar dalam hati. Baiklah gw ikut coba mengantri.

Setidaknya membutuhkan waktu 15 menit paling telat untuk last checkin di counter. Gw udah mulai keringat dingin karena saat gw sudah mengantri di depan counter setidaknya ada 5 orang depan gw yang sedang mengantri check in bagasi. Dan koper mereka besar besar dong. Sedangkan gw Cuma punya waktu 10 menit lagi.

Damn, Bos ngamuk ni kalau gw sampai telat. Waktu berjalan sangat perlahan, berbeda dengan keringet gw yang sudah deres kaya air terjun Niagara. Mana pake mules lagi. Yang bisa gw lakukan Cuma monolog dalam hati. Yes, 1 orang lagi kelar gw.

Namun rupanya harapan tidak seindah itu, terdengar teriakan dari ujung counter.

“GA 31 check in closed” kata seseorang diujung counter.

“Ok GA 31 check in closed” dilanjutkan setiap counter sebelahnya sampai ke ujung counter.

Walau dari jauh, dengan kondisi seperti ini, telinga gw menjadi lebih sensitif seperti serigala yang sedang mendengar suara mangsa didekatnya. Gw melihat jam dan sadar bahwa sudah lebih dari 10 menit gw mengantri disini.

‘Damn, itu kan flight gw. Oh God, ini tinggal satu lagi bapak-bapak depan gw padahal. Plis buruan plis’ .

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)