1 Januari 2020 – i survive flood

Bermula dari kepulangan aku dari rumah Bude, tanggal segini pada pukul 2 pagi aku masih berada dalam perjalanan menuju rumah. Awalnya nggak menyangka kalau misalkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan di jam-jam berikutnya.
Pada pukul 2 pagi saat jam kepulanganku kondisi di luar rumah sudah hujan begitu deras memang pada saat aku berangkat pada pukul jam 7 malam kondisi di luar sudah hujan tapi tidak sederas pada saat tengah malam.
Di luar rumah, memang terbiasa banjir, tapi tidak setinggi saat kemarin. banjir yang biasanya terjadi hanya sampai batas pagar depan rumahku saja karena rumahku aga naik maka banjir itu tidak akan masuk bahkan sampai garasi pun.
Jam 2.30 pun pada akhirnya, aku mengantuk dan tertidur. seperti biasa pada tahun baru sebelumnya maka Kondisi badan yang memang begadang sampai jam 2.30 ini sudah tergolong lelah. Tidak ada terpikir sedikitpun bahwa banjir yang terjadi berikutnya ya akan memasuki rumah dan bahkan mencapai sepaha orang dewasa.


Pada pukul jam 4 terbangun itupun karena aku mendapatkan mimpi yang benar-benar mengagetkan sekali yaitu mimpi air bah yang menenggelamkan aku sampai terakhir aku terkaget dan terbangun begitu saja. Mimpi ini begitu sangat nyata seperti aku mengalaminya dengan langsung. aku pikir mimpi ini hanya mimpi buruk yang memang terjadi seperti biasa, namun ini ternyata seperti peringatan kepadaku agar bangun pada pukul 4 pagi.

Saat terbangun aku sudah mendapatkan sekeliling rumahku yang terendam setinggi betis orang dewasa yang terpikir berikutnya adalah aku membangunkan istri dan anakku, cuma saat melihat anak lelap karena baru tertidur pukul 1 aku mengurungkan niat itu. Hal berikut yang aku lakukan adalah Aku mencari semua perlengkapan ku yang memang saat itu kemungkinan sudah terendam banjir. Bayangkan saja bahwa banjir tersebut sudah tinggi sekitar betis orang dewasa jadi semua barang-barang yang memang berada di lantai itu pasti sudah terendam. hal mengejutkan terjadi barang yang terendam adalah kameraku dan Komputerku, saat aku memasuki ruangan sebelah kameraku dan Komputerku yang berada di bawah sudah terlihat tenggelam oleh air, tidak ada yang bisa aku lakukan aku hanya berusaha menggapai komputer lalu mengangkat ke atas meja dan begitu juga dengan kamera.

Kenaikan debit air begitu cepat hanya dalam waktu 1 jam air pelan-pelan sudah berada di di lutut orang dewasa tepatnya lututku yang memang 3 itu karena 181 jadi terasa tinggi.
Pada jam 6 sampai jam 9 sebelumnya PLN masih menyala namun tidak lama setelah itu PLN langsung kemudian dimatikan. sebenarnya baik untuk mencegah semua kecelakaan yang tidak diinginkan, namun untuk beberapa hal sepertinya putusnya listrik tersebut berpengaruh kepada BTS atau tower yang berada di sekeliling kita, jadi internet yang berada di kawasan banjir mulai terganggu koneksinya jadi agak susah untuk melakukan browsing ataupun mencari info mengenai keluarga lainnya.
Sarapan pagi pun beruntung kita masih memiliki snack yang memang tidak terendam banjir. snack itu digunakan untuk sarapan kita dan untuk makan siang kita, karena banjir baru mulai surut pada pukul 3 sore.


Yang aneh adalah pada saat banjir surut, Ternyata banyak orang-orang yang berjalan kaki menuju ke kali yang ada dekat rumah. terlihat banyak orang sudah mengelilingi kali tersebut, Awalnya aku bingung kenapa Banyak orang ada di sekeliling kali ,ternyata mereka memanfaatkan waktunya untuk menangkap ikan. Haissss….
Hanya satu yang ada di pikiranku mungkin rumah mereka tidak terkena banjir jadi mereka tidak merasakan apa yang kita rasakan. Untuk orang-orang yang tidak pernah terkena banjir, mungkin tidak akan merasakan apa yang orang-orang yang terkena banjir lalui. biar gampang nya aku kasih contoh saat kemarin banjir sudah naik hampir sepaha di dalam rumah, otomatis kaki kita akan tenggelam sebagian karena saat kita duduk walaupun kita sudah duduk di atas meja kaki kita tidak akan bisa kering. yang hanya bisa kita lakukan adalah menumpuk 2 meja agar bisa lebih tinggi dibandingkan air yang sudah naik, ini aku lakukan di kamar Karena posisinya pada saat itu si bocah sedang tidur nyenyak nyenyak nya dan air sedang setinggi-tingginya. Kasur pun pada akhirnya aku ganjal kayu agar tidak tenggelam,pada saat itu kasur Itu mengambang karena volume air yang tinggi. jadi, yang mengambang pada saat banjir itu adalah kulkas, kursi, kasur, dan mungkin perlengkapan lainnya yang memang ringan. saat kejadian kulkas pun aku ganjal dengan 2 galon agar tidak terjatuh.


Melanjutkan yang sebelumnya Pada saat kaki tidak kering atau berada di dalam air itu menyebabkan badan kita yang belum sarapan dari pagi menjadi kedinginan yang mungkin berpotensi menjadi hipotermia.
kurasa pengalaman banjir kali ini agak berbeda karena seperti peringatan, bisa saja peringatan ini terjadi pada orang-orang tapi tidak ada mengindahkan. aku bersyukur bisa terbangun pada pukul 4 pagi yang akhirnya bisa menyelamatkan beberapa barang, walaupun barang-barang vital yang kupunya untuk kerja sudah tenggelam tapi keluarga sehat pun itu merupakan syukur yang luar biasa.


Pada saat kejadian aku berjaga di depan dekat pintu masuk, di mana Di situ ada sofa kayu lalu aku taruh meja kecil diatasnya dan aku duduk di situ sampai air surut. pada mulanya aku tetap disitu, yang akhirnya aku pindah saat mengetahui bahwa kasur yang di kamar telah melayang.
Barang yang memang tidak bisa diselamatkan beberapa Itu adalah mobil, kamera, komputer. itu bareng fatal yang menurutku pemain besar kerugiannya untuk dokumen beruntung nyaman namun 3/4 dari bajuku pada saat itu sudah tidak dapat diselamatkan dan basah semua beruntung aku masih mempunyai beberapa cadangan pakaian untuk 3 hari kedepan.
pada saat aku menulis ini pun aku hanya berniat untuk mengingatkan kepada diriku bahwa semua perencanaan bisa berantakan jika memang Allah tidak berkehendak.
Pada saat tahun baru di rumah Bude, aku memang sudah menulis banyak sekali resolusi di tahun ini dan itu bermula pada saat tanggal 1 Januari 2020. pada kenyataannya semua itu berbeda setelah hujan panjang yang terjadi di sepanjang hari.


Apa boleh buat, semuanya harus di ikhlaskan dan mungkin ini menjadi awal mula yang memang harus lebih bersemangat di 2020 ini jadi apapun cobaan yang memang terjadi terhadap diri kita sepertinya hanya waktu yang bisa menyembuhkan jiwa ini.

Nikmati saja perjalanannya, perlahan saja lalui dengan besar hati dan besar jiwa semua orang mengalami hal yang sama di perjalanan hidupnya, jadi jangan pernah menyerah sedikitpun dengan tantangan yang ada. Bekasi 1 Januari 2020

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)